Museum Kereta Api Ambarawa

  • Museum Kereta Api Ambarawa

  • Stasiun Ambarawa (Willem 1) pada Tahun 1890

  • Depo Lokomotif Stasiun Ambarawa (Willem 1) pada Tahun 1900-an.

  • Bangunan Utama Stasiun Kereta Api Ambarawa

  • Bangunan Utama Stasiun Kereta Api Ambarawa

  • Lantai Tegel Stasiun Kereta Api Ambarawa

  • Ruang Kepala Stasiun Kereta Api Ambarawa

  • Loket Stasiun Kereta Api Ambarawa

  • Peron Stasiun Kereta Api Ambarawa

  • Salah Satu Lokomotif Koleksi Museum Kereta Api Ambarawa

  • Ventilasi Stasiun Kereta Api Ambarawa

  • Rangka Atap Stasiun Kereta Api Ambarawa

  • Pemutar Lokomotif (turn table) di Stasiun Kereta Api Ambarawa

  • Salah Satu Wesel Mekanik di Stasiun Kereta Api Ambarawa

  • Gudang Stasiun Kereta Api Ambarawa

  • Gudang Stasiun Kereta Api Ambarawa

  • Depo Lokomotif Stasiun Kereta Api Ambarawa

  • Ruang Mekanik Depo Lokomotif Stasiun Kereta Api Ambarawa

  • Rumah Dinas Stasiun Kereta Api Ambarawa

  • Rumah Dinas Stasiun Kereta Api Ambarawa

  • Museum Kereta Api Ambarawa

NO REGNAS RNCB.20160711.02.001010
SK Penetapan

SK Menteri NoPM.57/PW.007/MKP/2010

SK Menteri No006/M/2017

Peringkat Cagar Budaya Nasional
Kategori Cagar Budaya Situs
Kabupaten/Kota Kabupaten Semarang
Provinsi Jawa Tengah
Nama Pemilik PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi IV Semarang
Nama Pengelola PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi IV Semarang

Museum Kereta Api Ambarawa awalnya merupakan stasiun kereta api yang berada di jalur lintas Semarang-Kedungjati-Ambarawa-Magelang Yogyakarta. Museum ini memanfaatkan beberapa komponen bangunan yang merupakan bagian dari fasilitas sebuah stasiun. Komponen tersebut adalah emplasemen, peron, depo/bengkel, jalur rel, rumah dinas, menara air, pemutar lokomotif (turn table), dan gudang.
Stasiun Ambarawa termasuk stasiun besar yang memiliki bangunan utama seluas stasiun 479,45 m², peron 1.800 m², 4 gudang 358 m², rel putar 154 m², depo 759 m², menara air 12 m² dan 4 rumah dinas 728 m². Stasiun terdiri atas 3 bangunan tertutup dan 1 bangunan terbuka untuk ruang tunggu penumpang, konstruksi bangunan berdinding tebal beratap beton setinggi 5,5 m, dan kelilingnya berprofil. Ruangannya berdaun pintu, jendela kaca panel yang di bagian atasnya dihias pasangan bata yang disusun membentuk melengkung. Peron stasiun berukuran 90 m x 20 m, didukung 32 tiang penyangga besi baja, konstruksi kuda-kuda dari besi baja siku, tinggi puncak atap 11,5 m, berpenutup atap seng. Bangunan peron menaungi bangunan utama stasiun yang ada di tengah.
Bangunan gudang terdapat di sebelah barat, barat laut, tenggara, dan selatan stasiun, 3 gudang berukuran tidak terlalu besar, terbuat dari dinding tembok tebal, berpintu kayu dorong berukuran lebar dan tebal, atapnya dari seng. Sedangkan 1 gudang berada di sebelah timur laut berjarak 100 m dari stasiun ukuran 21 m x 12 m, berdinding dari tembok tebal dengan atap genteng, pintu ukuran besar berada di sebelah timur dan barat, kondisi bangunan rusak parah dan berada di tengah pemukiman penduduk. Pemutar lokomotif (turn table) berada di sebelah timur stasiun berjarak kurang lebih 50 m, ukuran diameter 14 m dikeliling dinding plat besi baja. Pemutar ini masih berfungsi untuk memutar lokomotif, gerbong, atau kereta. Depo terletak lebih kurang 300 m dari stasiun memiliki ukuran 27,5 m x 24 m, memiliki 4 jalur rel dan gudang depo berada di sebelah selatan. Kini bangunan depo ini difungsikan sebagai tempat perawatan kereta lama yang masih berjalan, sekaligus tempat parkir lokomotif dan kereta lama. Di sebelah timur depo terdapat menara air berukuran 3 m x 4 m, tinggi 7 m, terbuat dari beton, ditopang tiang dari kayu. Empat rumah dinas berada di sebelah selatan depo, berjajar utara selatan, berjarak kurang lebih 60 m. Kini rumah-rumah tersebut ditempati oleh para mantan pegawai PT Kereta Api Indonesia (Persero).
Situs Cagar Budaya Museum Kereta Api Ambarawa merupakan satu-satunya museum kereta api yang menyimpan koleksi berupa lokomotif tenaga uap beserta komponen-komponennya. Koleksi-koleksi yang tersimpan di museum ini semula digunakan sebagai alat transportasi mulai tahun 1878 hingga tahun 1964-an. Museum memiliki koleksi lokomotif yang digerakkan dengan bahan bakar kayu dan batu bara.
Beberapa diantara koleksi museum ini adalah lokomotif uap dengan nomor B 2502 dan B 2503 buatan Maschinenfabriek Esslingen yang sampai sekarang masih dapat dioperasikan untuk melayani kereta api wisata walau usianya sudah 100 tahun lebih. Lokomotif-lokomotif tersebut berjenis lokomotif bergerigi yang dahulu digunakan untuk melewati jalur kereta api dengan tingkat kecuraman tinggi. Jenis lokomotif ini terbilang langka di dunia karena merupakan salah satu dari tiga lokomotif yang masih tersisa di dunia. Dua lainnya ada di Swiss dan India. Selain koleksi-koleksi unik tadi, masih dapat disaksikan berbagai macam jenis lokomotif uap dari seri B, C, D hingga jenis CC yang paling besar (CC 5029, Schweizerische Lokomotiv und Maschinenfabrik) di halaman museum.