Kompleks Percandian Bumiayu

  • Situs Cagar Budaya Kompleks Percandian Bumi Ayu

  • Plang Situs Cagar Budaya Kompleks Percandian Bumi Ayu

  • Situs Cagar Budaya Kompleks Percandian Bumi Ayu

  • Situs Cagar Budaya Kompleks Percandian Bumi Ayu

  • Situs Cagar Budaya Kompleks Percandian Bumi Ayu

  • Situs Cagar Budaya Kompleks Percandian Bumi Ayu

NO REGNAS RNCB.20171107.05.001484
SK Penetapan

SK Menteri NoKM.09/PW.007/MKP/2004

Peringkat Cagar Budaya
Kategori Cagar Budaya Kawasan
Kabupaten/Kota Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir
Provinsi Sumatera Selatan
Nama Pemilik Negara
Nama Pengelola Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi

Situs Bumiayu pertama kali dilaporkan oleh E.P Tombrink pada tahun 1864 dalam Hindoe Monumenten in de Bovenlanden van Palembang. Dalam kunjungannya di daerah Lematang Ulu dilaporkan adanya peninggalan-peninggalan Hindu berupa arca berjumlah 26 buah, diantaranya berupa arca Nandi, sedang di daerah Lematang Ilir ditemukan runtuhan candi dekat Dusun Tanah Abang, dan sebuah relief burung kakatua yang sekarang disimpan di Museum Nasional.
Pada tahun 1904 seorang kontrolir Belanda bernama A.J Knaap melaporkan bahwa di wilayah Lematang ditemukan sebuah runtuhan bangunan bata setinggi 1.7 m, dan dari informasi yang diperoleh bahwa reruntuhan tersebut merupakan bekas keraton Gedebong-Undang. J.L.A Brandes juga melakukan penelitian pada tahun yang sama. Di dalam majalah Oudheidkundig Verslag, F.D.K. Bosch menyebutkan bahwa di Tanah Abang ditemukan sudut bangunan dengan hiasan figur makhluk ghana dari terrakota, sebuah kemuncak bangunan berbentuk seperti lingga, antefiks, dan sebuah arca tanpa kepala. Tahun sebelumnya yaitu tahun 1923 Westenenk melakukan hal yang sama.
Pada tahun 1936 F.M. Schnitger telah menemukan tiga buah runtuhan bangunan bata, pecahan arca Siwa, dua buah kepala Kala, pecahan arca singa, dan sejumlah bata berhias burung. Artefak-artefak yang dibawa Schnitger itu sekarang disimpan di Museum Badaruddin II, Palembang.