Prasasti Jambu (Prasasti Pasir Koleangkek)

  • Prasasti Jambu

NO REGNAS RNCB.20161017.04.001342
SK Penetapan

SK Bupati No430/56/Kpts/Per-UU/2016

SK Menteri No204/M/2016

Peringkat Cagar Budaya Nasional
Kategori Cagar Budaya Benda
Kabupaten/Kota Kabupaten Bogor
Provinsi Jawa Barat
Nama Pemilik Negara
Nama Pengelola Balai Pelestarian Cagar Budaya Serang

Prasasti ini ditemukan oleh Jonathan Rigg pada tahun 1854 dan terletak di atas Gunung Batutulis (Pasir Koleangkak). Lokasi ditemukannya prasasti ini masuk ke dalam wilayah perkebunan karet “Sadeng Djamboe” yang terletak di Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Huruf dipahatkan pada sebuah permukaan batu besar yang bentuknya menyerupai segitiga dengan ukuran sisi-sisinya yaitu sekitar 2-3 meter. Prasasti ditulis dalam dua baris tulisan Pallawa dan berbahasa Sanskerta. Kedua baris prasasti yang memiliki ukuran panjang sekitar 1,5 cm merupakan sebuah sloka dengan metrum sragdhara dan tiap baris berisi dua pada. Huruf-hurufnya masih cukup jelas dan berukuran 2-7 cm. Pada batu prasasti ini terdapat pula pahatan sepasang telapak kaki. Berdasarkan bentuk huruf Pallawa yang digunakan, prasasti ini diduga berasal dari abad ke-5.

Alih aksara:
(1) sriman=data krtajño narapatir=asamo yah pura [ta]r[u]maya[m] | namna sripurnnavarmma pracuraripusarabhedadyavikhyatavarmmo |
(2) tasyedam=padavimbadvayam=arinagarotsadane nityadaksam | bhaktanam yandripanam=bhavati sukhakaram salyabhutam ripunam

Alih bahasa:
“Gagah, mengagumkan dan jujur terhadap tugasnya adalah pemimpin yang tiada taranya-Yang Termashur Sri Purnnawarman-yang sekali waktu (memerintah) di Taruma, dan yang baju zirahnya terkenal tidak dapat ditembus senjata musuh. Ini adalah sepasang telapak kakinya yang senantiasa berhasil menggempur kota-kota musuh, hormat kepada para pangeran, tetapi merupakan duri dalam daging bagi musuh-musuhnya.

Prasasti dalam keadaan baik dan terawat meski sebagian dari telapak kaki kiri sudah hilang karena batu prasastinya telah pecah pada bagian ini.