Stasiun Radio AURI PC 2 Playen

  • Tampak depan Monumen Stasiun Radio AURI PC 2 Playen

  • Tampak Depan Stasiun Radio AURI PC2 Playen.

  • Penambahan Batako Pada Dinding Selatan bangunan Limasan

  • Foto Dinding Penyekat Gebyok Kayu

  • Foto Detail Pintu dan Model Pegangan Pintu Museum Pemancar Radio Playen

  • Foto Detail Pintu dan Model Pegangan Pintu Museum Pemancar Radio Playen

  • Foto Tiang-tiang (Soko Guru) Penyangga Rangka Atap Bangunan limasan

  • Foto Detail Pintu yang Menghubungkan Bangunan Limasan dengan Bangunan Beratap Kampung

  • Foto Atap Bangunan Limasandan Atap Bangunan Kampung

  • Foto Detail Bangunan Beratap Kampung Tampak dari Arah Timur Laut

NO REGNAS RNCB.20161216.04.001362
SK Penetapan

SK Bupati No162/KPTS/2016

SK Menteri No267/M/2016

Peringkat Cagar Budaya Nasional
Kategori Cagar Budaya Situs
Kabupaten/Kota Kabupaten Gunung Kidul
Provinsi D.I Yogyakarta
Nama Pemilik Yayasan 19 Desember 1948 Monumen Radio PC 2
Nama Pengelola Yayasan 19 Desember 1948 Monumen Radio PC 2

Stasiun Radio AURI PC 2 Playen terletak di Desa Banaran, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, kurang lebih 37 km arah selatan kota Yogyakarta. Monumen Stasiun Radio AURI PC 2 Playen dibangun pada tahun 1982 oleh Yayasan 19 Desember 1948 dan diresmikan pada tanggal 10 Juli 1984 oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Luas Lahan Stasiun Radio Auri PC 2 3.795 m² dan luas bangunan 201 m². Stasiun Radio AURI PC 2 Playen berada satu area dengan bangunan TK Negeri 1 Maret Playen. Kedua bangunan tersebut berdiri di atas tanah milik Pawirosetomo, warga Desa Playen, yang menghibahkan rumah dan tanah untuk Monumen markas stasiun PHB AURI serta bangunan sekolah. Area ini cukup representatif sebagai area sekolah dan rekreasi.

Stasiun Radio AURI PC 2 menghadap ke arah selatan. Terdiri atas dua buah bangunan, yakni bangunan beratap limasan,kampung, serta sebuah tugu monumen. Bangunan berbentuk limasan adalah bentuk bangunan limasan pokok yang ditambah dengan bangunan emper (serambi) dan terbuat dari kayu serta pasangan batako berplester. Bangunan berbentuk kampung adalah bangunan tradisional Jawa yang bangunan pokoknya ditopang oleh tiang-tiang yang berjumlah 4, 6, atau 8. Rangka atap bangunan berbentuk kampung ini disangga oleh empat buah tiang yang berukuran 10 cm x 10 cm, rangka bangunan ini menggunakan kayu dan bambu. Salah satu prestasi Stasiun Radio AURI PC 2 Playen adalah keberhasilannya menyiarkan berita tentang Serangan Umum 1 Maret 1949. Siaran berita itu dilaksanakan pada pukul 02.00 WIB tanggal 2 Maret 1949 ke seluruh jaringan radio AURI. Berita tersebut dikirimkan oleh Sersan Basukihardjo, seorang operator stasiun PHB AURI PC-2 Playen, dan diterima oleh Sersan Udara Kusnadi operator radio Bidar Alam.

Keesokan harinya, tepatnya 3 Maret 1949, berita tersebut dilaporkan oleh Opsir Udara III Dick Tamimi dan Unsur Said kepada Ketua PDRI Mr. Sjafruddin Prawiranegara. Berita tersebut segera dikirim ke stasiun-stasiun radio “NBM” Tangse, “ZZ” Kototinggi. Melalui radio “NBM” Tangse berita dikirim kestasiun radio “SMN” di Rangoon kemudian dilanjutkan ke New Delhi dan perwakilan RI di PBB di Washington, Amerika. Pejabat perwakilan RI di PBB membeberkan berita itu di depan siding Dewan Keamanan PBB padatanggal 7 Maret 1949, sehingga membuka mata dunia terhadap keberadaan perjuangan bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaan. Pada tahun 1984 dilakukan perbaikan konstruksi atap dan pada tahun 1987 dinding kayu diganti dengan pasangan batako berplester tanpa tulangan. Pada tahun 1987, dinding kayu dan dinding anyaman bambu dipasang lebih tinggi, yakni di atas pasangan batako berplester dengan maksud untuk menghindari rayap.

Stasiun Radio AURI PC 2 Playen saat ini dalam kondisi baik dan terawat. Dinas kebudayaan dan Pariwisata Provinsi DIY melakukan pemugaran pada tahun 2014. Disayangkan pemugaran yang dilakukan kurang sempurna, menggunakan bahan berkwalitas rendah. Rumah kampung yang ada di area Stasiun Radio AURI PC 2 pun kurang terawat bahkan gedongan (grobog) yang dahulu digunakan untuk menyimpanan padi kini terlantar di luar bangunan dan mulai dimakan rayap Selanjutnya pada Tahun 2014 Bangunan rumah beserta Monumen diperbaiki lagi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jogyakarta