Tugu Jong Soematra

  • Tugu Pemoeda

  • Anggota Jong Sumatranen Bond Berfoto di Tugu Jong Sumatra / Tugu Pemoeda

  • Nampak Tulisan “Kekallah Agama Islam” dan “1910” pada Tugu Jong Sumatra / Tugu Pemoeda

  • Tugu Jong Sumatra / Tugu Pemoeda

NO REGNAS RNCB.20181004.03.001511
SK Penetapan

SK Walikota No03 Tahun 1998

SK Menteri No369/M/2017

Peringkat Cagar Budaya Nasional
Kategori Cagar Budaya Struktur
Kabupaten/Kota Kota Padang
Provinsi Sumatera Barat
Nama Pemilik Pemerintah Kota Padang
Nama Pengelola Pemerintah Kota Padang

Tugu Jong Soematra berbentuk obelisk di atas pedestal. Di bagian atasnya terdapat bentuk bola. Di beberapa bagian tugu ini, tepatnya di bagian sisi di masing-masing sisi terdapat beberapa prasasti yang berisi tulisan. Prasasti pertama bertuliskan “Peringatan Rapat Besar Kesatoe J.S.B (Jong Sumatranen Bond). Di atasnya terdapat tulisan “Perkoempoelan Pemoeda Soematra Dalam Rapat Besar di Kota Djakarta…..”, tidak dapat terbaca seluruhnya.
Pada bagian sisi bawah, tepatnya di sebelah kiri prasasti pertama terdapat inskripsi angka “1910”. Di sisi sebelah kirinya lagi terdapat tulisan “Kekallah Agama Islam.”, dan sisi terakhir terdapat tulisan “Tersiarnja Pergerakan Anak Sumatera”.
Bentuk tugu bagian badan berukuran panjang 1,5 m lebar 1,5 m dan tinggi 3 m. Bentuk segi tiga tugu melambangkan tiga bagian: tradisional masyarakat Minangkabau, yaitu ninik mamak (pemangku adat), alim ulama (pemuka adat), cerdik pandai (kaum intelektual). Adapun bentuk bola dibagian puncak tugu ini melambangkan persatuan Sumatera yang diidamkan. Keletakan inskripsi pada masing-masing tugu sudah mengalami perubahan.
Pada Awal abad XX banyak organisasi kepemudaan yang muncul di Hindia Belanda. Organisasi kepemudaan pertama yang berdiri adalah Boedi Oetomo yang berdiri pada 20 Mei 1908. Berbagai organisasi kepemudaan lain kemudian juga muncul, salah satunya adalah Jong Sumatranen Bond (JSB). Organisasi ini berdiri untuk mempererat hubungan pemuda-pemuda yang berasal dari Sumatera. JSB didirikan pada 9 Desember 1917 di Jakarta.
Pada 4-6 Juli 1919 JSB mengadakan kongres pertama di Padang. Kongres ini dihadiri oleh beberapa perwakilan JSB yang ada di Jawa dan Sumatra. Kongres ini juga dihadiri oleh Residen Sumatera Barat Le Febore yang mempunyai simpati terhadap gerakan pemuda.
Di akhir Kongres, JSB juga meresmikan pembangunan sebuah tugu. Peletakan batu pertama dilakukan pada 6 Juli 1919 oleh Mevrouw M.J.J. Ahrends Overgauw istri Mr. Ahrend yang waktu itu adalah Asisten Residen yang merangkap sebagai Walikota Padang. Tugu ini dibangun sebagai peringatan Kongres Pertama JSB. Hal tersebut diperkuat dengan tulisan awal yang ada di tugu, yaitu Terherinnering aan het 1ste Congres van JSB (mengenang Kongres Pertama JSB).
Perubahan tulisan pada tugu terjadi setelah JSB dibubarkan. Di salah satu sisi tugu tertulis angka 1917 yang merupakan tahun berdirinya JSB. Sedangkan pada sisi lain bertulis angka tahun 1930 yang merupakan tahun dibubarkannya JSB.