OBJEK BARU TERDAFTAR

Informasi

Objek ini baru saja terdaftar pada sistem dan masih dalam proses verifikasi dan kajian untuk menentukan apakah termasuk cagar budaya atau tidak.

Rumah Limas Seratus Tiang

  • Tanggal Daftar : 16 April 2018
  • Kategori : Bangunan
  • Kabupaten/Kota : Kabupaten Ogan Komering Ilir
  • Provinsi : Sumatera Selatan
  • Nama Pemilik : Sabariah
  • Nama Pengelola : Sabariah
  • Status Objek : Dalam Proses Verifikasi Dinas Daerah

Rumah Limas Seratus Tiang merupakan rumah pang
gung yang ditopang oleh tiang-tiang kayu bulat setinggi ± 2 myang jumlahnya mencapai 100 buah.Adapun kayu yang digunakan berjenis kayu unglen dan medang.
Rumah ini berbentuk persegi panjang dengan ukuran 16 x 36 m.
Tangga masuk ada 2 buah yang terletak di sebelah kanan dan kiri depan rumah. Untuk masuk ke ruang dalam harus melalui teras dan ruang antara. Pada bagian teras terdapat pagar kayu dan ditopang oleh tiang segi empat berukuran 10 cm. Masing-masing ruang di rumah ini mempunyai perbedaan ketinggian lantai, mulai dari lantai
teras yang paling rendah, kemudian ruang antara yang lebih tinggi 35 cmdari ruang teras, dan terakhir yang paling tinggi adalah ruang dalam yang lantainya35 cm lebih
tinggi dari ruang antara. Hal tersebut mempunyai maksud bahwa ruang dalam mempunyai nilai yang lebih tinggi dari ruang lainnya.
Antara teras dan ruang antara terdapat sekat dinding kayu yang bentuknya seperti ventilasi karena ada celah -
elah di antara kayu penyusun dinding dan pada bagian
atasnya dihias dengan hiasan kerawanganberwarna kuning emas.Pintu masuk menuju ruang antara berada di tengah-tengah berupa pintu kayu ganda.
Setelah masuk ke ruang antara yang merupakan ruang penghubung antara ruang luar dan ruang dalam, selanjutnya menuju ke ruang dalam yang disekat oleh sebuah dinding yang terbuat dari jajaran kayu yang disusun secara vertikal.
Secara garis besar, ruang dalam ini terbagi atas 3 bagian, yaitu bagian depan, bagian tengah, dan bagian belakang. Pintu masuk ke ruang dalam berukuran besar dan lebar
dengan engsel pada bagian atasnya. Oleh karena engsel pintu berada di bagian atas, maka cara membukanya pun juga ke arah atas. Hal ini tentunya berbeda dengan pintu
pada umumnya yang membuka ke arah samping. Bentuk dan ukuran, serta cara membuka pintu seperti ini merupakan salah satu ciri khas pintu rumah tradisional yang ada di Kabupaten Ogan Komering Ilir
Pint.u
seperti
ini dimaksudk
an agar ketika
ada acara di rumah yang mengundang orang banyak
,
maka sekat dinding
kayu
ini
dapat dibuka lebar
.
Bagian depan dari ruang dalam rumah ini merupakan ruang terbuka
untuk berkumpul
bersama anggota keluarga. Pada bagian samping ruangan ini
diber
i jendela
ganda
berbentuk panil kayu dengan teralis
kayu
pada bagian
dalamnya
.
Pada bagian tepi
6
plafon diberi hiasan geometris berwarna merah, putih, dan biru yang merupakan
hiasan yang dibuat oleh Belanda.
Rumah ini memang pernah d
ijadikan sebagai
markas
Belanda
ketika Belanda
menduduki daerah ini.
Di dalam ruangan ini terdapat
beberapa benda yang masih asli peninggalan dari pemilik rumah, yakni sebuah cermin
dan sebuah hiasan kaligrafi.
Antara bagian depan dan bagian tengah rumah terdapat dinding penyekat
dengan
sepasang pintu ganda yang terletak di bagian tengahnya
, serta beberapa buah jendela
kaca di samping kanan
dan kiri
nya
. Dinding
penyekat dan pintu
ganda tersebut penuh
dengan hiasan dengan
motif
hias
yang berasal
dari Cina,
Mesir,
dan
Palembang.
Hi
a
san motif Cina dan Mesir dibuat dengan cara di
ukir
,
sedangkan motif hias
Palembang dibuat dengan cara ditera.
Motif
hias
Cina dan Mesir diukirkan pada
bagian pintu, sedangkan motif hias
Palembang diterakan pada bagian bawah jendela
kaca.
Hiasan
-
hiasan ter
sebut diberi warna kuning emas, sedangkan kayu dasarnya
diberi warna hijau dan merah kecokelatan.
Masuk ke bagian
tengah
rumah
terdapat kamar
-
kamar yang berjajar saling berhadapan
sehingga
pada bagian tengahnya
tercipta sebuah lorong menuju bagian belakang
rumah
.
Kamar
-
kamar tersebut mempunyai jendela ganda berbentuk panil.
Pada
bagian dinding kamar terdapat hiasan motif Palembang.
Selanjutnya menuju ke b
agian belakang rumah
yang juga
merupakan ruang terbuka
.
Ruang ini berfungsi
sebagai ruang makan dan dap
ur.
Rumah Limas Seratus Tiang mempunyai atap yang
berbentuk limasan
dan
terbuat
dari genteng.
Atap genteng ini sudah pernah mengalami pergantian karena banyak
yang bocor. Akan tetapi, secara umum rumah ini masih asli, hanya ada beberapa tiang
rumah yang di
ganti dengan semen cor karena kayunya sudah rapuh d