OBJEK BARU TERDAFTAR

Informasi

Objek ini baru saja terdaftar pada sistem dan masih dalam proses verifikasi dan kajian untuk menentukan apakah termasuk cagar budaya atau tidak.

Onto

  • Tanggal Daftar : 05 November 2018
  • Kategori : Situs
  • Kabupaten/Kota : Kabupaten Bantaeng
  • Provinsi : Sulawesi Selatan
  • Nama Pemilik : Masyarakat
  • Nama Pengelola : Pemerintah
  • Status Objek : Dalam Proses Verifikasi Dinas Daerah

Obto berada disebelah utara Kota Bantaeng, berjarak sekitar 12 km. Secara keseluruhan, morfologi ruang fisik situs Onto berbentuk teras-teras, terdiri dari lim teras. Teras pertamatetdapat tujuh altar, ditata membunur timurlaut-baratdaya, disebut sebagai batu pallantikang, yaitu tempat pelantikan raja-raja. Dari ketujuh altar batu tersebut, empat diantaranya memiliki lubang-lubang dakon, sementara dua lainnya tidak dpt diidentifikasi Komposisi lubangnya karena sudah aus. Satu diantata altar batu memiliki lubang dakon sebanyak 14 bagian. Beberapa bagian bagian permukaannya memiliki 12 goresan berbentuk garis-garis lurus. Disitus Onto juga ditemukan satu batu penanda yg diyakini madyRakat sebagai pusat bumi (pocci butta), berukuran panjang 71 cmdan lebar 57 cm. Pocci butta hingga kini masih disakralkan dan diberi pagar bambu persis didepan pohon besar. Hingga kini, pada hari2 tertentumasih berlangsung ritual di picci buttaya, ditandai msh terdapatnya sisa sesajian disekitarnya, betupa kelapa dan seikat daun sirih. Dilingkungan Onto terdapat tanah datar, tetletak disamping Balla Lompoa disebut passaungang taua. Dahulu digunakan sebagai lokasi pertarungan manusia untuk mencari orang berani, calon panglima perang. Selain itu, terdapat sebuah bukit disebelah tenggara disebut Takka Bassia (tempat mengolah besi). Lokasinya ditandai dengan susunan batuvuljanik berbentuk huruf U, berukuran panjang 286 cm, lebar 226 cm dan tinggi 89 cm. Penemaan ini sekaligus meruoakan petunjuk kuat mengenai hubungan erat antara tradisi megalitik denfan periode ligam fase awal di Bantaeng. Dibagian utara Balla Lompoa terdapat susunan batu temu gelang dengan ukuran diameter 109 cm, tinggi 48 cm dan tebal 44 cm.