OBJEK BARU TERDAFTAR

Informasi

Objek ini baru saja terdaftar pada sistem dan masih dalam proses verifikasi dan kajian untuk menentukan apakah termasuk cagar budaya atau tidak.

  • stasiun Cilebut

  • Stasiun Cilebut

Stasiun Cilebut

  • Tanggal Daftar : 11 September 2019
  • Kategori : Bangunan
  • Kabupaten/Kota : Kabupaten Bogor
  • Provinsi : Jawa Barat
  • Nama Pemilik : Pemerintah
  • Nama Pengelola : PT. Kereta Api Indonesia
  • Status Objek : Lolos Verifikasi, dalam Tahap Kajian dan Penilaian Tim Ahli

Stasiun Cilebut pada zaman Belanda dikenal sebagai halte Cilebut, merupakan satu di antara dua halte kereta api tinggalan sejarah pemerintah kolonial Belanda yang ada di Kabupaten Bogor, yang dibangun oleh Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM). Satu halte lainnya yang merupakan tinggalan kolonial yang terdapat di Kabupaten Bogor adalah Halte Bojong Gede. Halte Cilebut kini termasuk bagian wilayah Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja. Waktu penyelesaian pembangunan halte Cilebut relatif bersamaan dengan waktu penyelasian pembangunan halte Bojong Gede dan Hoofdstation Buitenzorg. Dengan demikian, penyelesaian pembangunan halte Cilebut menjadi salah satu kata kunci penyelesaian pembangunan jalur kereta api Batavia – Buitenzorg.
Pembangunan Jalur kereta api Batavia-Buitenzorg sendiri secara umum terbagi dalam dua tahap pembangunan. Pembangunan tahap pertama mencakup ruas Batavia-Meester Cornelis. Ruas Batavia – Meester Cornelis ini pembangunannya berhasil diselesaikan pada tahun 1869. Tahun penyelesaian pembangunan sekaligus menjadi tahun beroperasinya ruas Batavia – Meester Corbelis. Pembangunan jalur tahap kedua meliputi ruas Meester Cornelis – Buitenzorg. Pembangunan tahap kedua dapat diselesaikan pada tahun 1873. Sebagaimana pembangunan tahap pertama, tahun penyelesaian pembangunan jalur tahap kedua sekaligus pula menjadi tahun beroperasinya jalur Meester Cornelis – Buitenzorg. Pembangunan jalur Meester Cornelis – Buitenzorg, terdiri dari beberapa bagian. Bagian pertama, mencakup Meester Cornelis ke Pasar Minggoe sejauh 8.9 Km. Kedua, Pasar Minggoe - Lenteng Agong sejauh 5.4 Km. Ketiga, Lenteng Agung - Pondok Cina sejauh 4.4. Km. Keempat, Pondok Cina - Depok sejauh 4.3 Km. Kelima, Depok - Citayam sejauh 5.1 Km. Keenam, Citayam - Bojong Gede sejauh 5.3 Km. Ketujuh, Bojong Gede – Cilebut sejauh 4.3 Km. Kedelapan, Cilebut - Buitenzorg sejauh 7.7 Km. Sementara itu, Halte Cilebut sendiri dibuka secara resmi pada hari Jumat, tanggal 31 Januari 1873.
Mencermati jadwal kereta api Batavia – Buitenzorg dan Buitenzorg – Batavia sejak pertama kali diresmikan, tampak makna penting keberadaan Halte Cilebut pada masa pemerintah colonial Belanda. Halte Cilebut tidak pelak lagi memiliki makna penting secara ekonomis bagi pemerintah kolonial Belanda. Halte Cilebut tidak saja berfungsi menjadi tempat pengangkutan komoditas perkebunan dari Cilebut akan tetapi juga berfungsi sebagai tempat untuk menurunkan berbagai barang kebutuhan sehari-hari masyarakat yang tinggal di Cilebut. Dalam perkembangannya kemudian, Halte Cilebut tidak hanya digunakan sebagai tempat untuk mengangkut komoditas perkebunan dari Cilebut serta menurunkan berbagai barang kebutuhan masyarakat Cilebut akan tetapi berfungsi pula unutuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Makna strategis Cilebut bagi kepentingan ekonomi pemerintah kolonial ini tentunya tidak bisa dilepaskan dari banyaknya tanah perkebunan, khususnya perkebunan karet di wilayah Cilebut.
Dalam perkembangannya paling mutakhir, status Cilebut telah meningkat menjadi stasion. Peningkatan status ini semakin memperlihatkan makna strategis stasion Cilebut, khususnya di era kemerdekaan. Kini (2019), kereta api yang berhenti di stasion Cilebut adalah KRL Commuter Line Jakarta-Bogor.