OBJEK BARU TERDAFTAR

Informasi

Objek ini baru saja terdaftar pada sistem dan masih dalam proses verifikasi dan kajian untuk menentukan apakah termasuk cagar budaya atau tidak.

  • Arca Siwa Bhairawa Tahun 1887

  • Arca Siwa Bhairawa Tahun 2014

  • Arca Siwa Bhairawa Tahun 2018

Arca Siwa Bhairawa (Pura Kebo Edan)

  • Tanggal Daftar : 14 Januari 2020
  • Kategori : Benda
  • Kabupaten/Kota : Kabupaten Gianyar
  • Provinsi : Bali
  • Nama Pemilik : Masyarakat Banjar Intaran, Desa Pejeng
  • Nama Pengelola : Masyarakat Banjar Intaran, Desa Pejeng
  • Status Objek : Lolos Verifikasi, dalam Tahap Kajian dan Penilaian Tim Ahli

Arca digambarkan dengan sikap alidhasana, yaitu sikap tertentu yang menggambarkan adegan penyerangan (Rao, 1985:19). Namun jika dilihat sekilas yang terlihat justru seperti tengah menari. Posisi kedua lengan arca bertolak pinggang. Posisi kedua kaki membentuk kuda-kuda. Mengenai atribut arca akan dijelaskan sebagai berikut,
Arca digambarkan penuh secara tiga dimensi, tanpa adanya stella di bagian belakangnya. Arca memiliki rambut ikal panjang sampai bahu. Wajah ditutup dengan topeng atau kedok (dalam kondisi aus). Kedok digambarkan memiliki pita yang sekaligus terikat simpulnya terlihat di belakang kepala. Muka memakai kedok yang melambangkan moksa-nya jiwa (Stutterheim, 1929:165; Bagus, 1993:55).
Arca mengenakan kalung berupa ular. Arca tidak mengenakan kain atas, sehingga bagian dada dibiarkan terbuka. Arca digambarkan dengan dua tangan yang masing-masing mengenakan kelat bahu dan bergelang ular. Arca tidak memegang laksana apapun.
Pada bagian belakang arca terlihat memakai udharabandha, sementara bagian depannya telah aus. Arca mengenakan kain bawah-pendek dengan hiasan garis geometris dan sulur-suluran yang panjangnya sampai lutut. Uncal menjulur ke bawah sampai kaki dan di kanan kiri kaki terdapat sampur. Di sela-sela kain tampak menjulur ujung kemaluan yang bagian tengahnya terdapat lubang. Buah kemaluannya berjumlah dua yang terletak dibagian atas dan bawah.
Kaki arca berukuran besar (kurang proporsional) memakai gelang berupa ular dengan kepalanya menjulur keluar. Arca berdiri di atas lapik berupa mayat manusia. Kepala mayat mirip ke samping dengan mata terbuka.
Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, aksesoris ular pada tangan dan kaki nampak sangat menonjol. A. A. Gde Bagus (1993:58) menyatakan bahwa hiasan ular yang terdapat pada Arca Siwa Bhairawa di Pura Kebo Edan Pejeng mempunyai makna penting yaitu selain sebagai simbol kekuatan sakti, juga merupakan simbol kesuburan yang erat kaitannya dengan paham kepercayaan tantrayana.