OBJEK BARU TERDAFTAR

Informasi

Objek ini baru saja terdaftar pada sistem dan masih dalam proses verifikasi dan kajian untuk menentukan apakah termasuk cagar budaya atau tidak.

  • Goresan Batu Ladung

Batu Ladung

  • Tanggal Daftar : 11 Desember 2020
  • Kategori : Situs
  • Kabupaten/Kota : Kabupaten Empat Lawang
  • Provinsi : Sumatera Selatan
  • Nama Pemilik : Perorangan an.
  • Nama Pengelola : Perorangan an.
  • Status Objek : Lolos Verifikasi, dalam Tahap Kajian dan Penilaian Tim Ahli

Lokasi situs Batu Ladung dapat dicapai dengan melewati jalan desa beraspal dari pasar kecamatan Pendopo menuju desa Jarakan berjarak sekitar 9 km. Kemudian dari desa Jarakan menyeberangi Sungai Pelompaian yang berair cukup deras dan berbatu untuk mencapai jalan desa menuju ke lokasi situs. Dari jalan desa di seberang sungai Pelompaian jalan menuju ke lokasi situs dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama hampir 1 jam. Jalan desa ini merupakan jalan tanah dengan kondisi menanjak. Jalan menuju lokasi situs ditandai melewati lahan persawahan padi dan karet milik warga. Jalan menuju ke lokasi situs ditandai dengan adanya sebuah bukit kecil yang berhadapan dengan bukit di depannya bernama bukit Gadung. Bukit kecil tersebut merupakan tempat lokasi situs yang oleh masyarakat sekitar disebut bukit Padang.
Di dalam areal Bukit Padang terdapat batu-batu monolith berdiri menjulang di atasnya sehingga tampak seperti tebing batu di atas bukit. Batu-batu monolith ini oleh masyarakat sekitar disebut dengan nama Batu Ladung. Vegetasi di areal lokasi bukit Padang ini ditanami pohon kopi milik warga. Batu-batu monolith ini berjumlah 3 buah berberet memanjang dengan orientasi utara – selatan.
Berikut ini uraian masing-masing batu monolith :
1. Batu 1
Batu 1 terletak di sebelah utara lokasi. Batu 1 diperkirakan merupakan batu pasiran. Lokasi batu 1 ditandai dengan adanya pohon karet berukuran cukup besar dan semak tumbuh di atas batu. Berdasarkan hasil registrasi di bagian permukaan batu 1 terdapat ceruk/lubang berjumlah 4 buah. Perhitungan ini berdasarkan pengamatan visual di lokasi batu 1 dengan kondisi telah ditumbuhi semak yang cukup tebal.

2. Batu 2
Batu 2 terletak di posisi tengah antara batu 1 dan batu 3. Berdasarkan hasil registrasi menunjukkan di bagian permukaan atas batu 2 terdapat ceruk/lubang, sedangkan pada bagian permukaan bagian barat terdapat berbagai macam bentuk goresan. Gambaran bagian permukaan atas batu 2 mirip dengan batu dakon. Ceruk/lubang berbentuk bulat tersebut berjumlah 6 buah dengan ukuran bervariasi, terdapat lubang berdiameter 120 dan 140 cm, dengan kedalaman 25 cm dan 1 m. Pada bagian dinding barat tebing batu 2 terdapat goresan – goresan dengan penempatan posisi berderet. Kondisi goresan-goresan tersebut masih dapat dikenali walaupun di beberapa titik telah aus. Diperkirakan panjang bidang dinding yang terdapat goresan 6 m, lebar 2,3 cm. Goresan tersebut dapat dikelompokkan ke dalam 6 bagian, antara lain (mulai dari arah utara):
- Goresan 1 memiliki ukuran panjang 80 cm, lebar 75 cm. Goresan 1 merupakan gambar figur kepala manusia. Ekspresi muka manusia digambarkan memiliki mata sedang terpejam, tanpa hidung, leher dan rambut berupa garis-garis tegak.
- Goresan 2 berukuran panjang 40 cm dan lebar 50 cm dan berjarak 15 cm dari goresan 1. Goresan 2 merupakan penggambaran sebuah bunga dengan kelopak berjumlah 5 helai .
- Goresan 3 memiliki ukuran panjang 86 cm dan lebar 70 cm. Penggambaran goresan 3 masih cukup jelas untuk dilihat. Gambarnya berupa muka manusia lengkap dengan bagian leher, 2 telinga berbentuk segitiga, mulut, mata, berhidung lebar dan rambut berupa garis-garis tegak.
- Goresan 4 posisinya dipisahkan dengan lekukan vertikal dengan goresan 3. Goresan 4 menunjukkan kemiripan bentuk dengan goresan 2, ornamen kelopak bunga. Ornamen goresan 4 dilengkapi garis-garis tegak diatasnya.
- Goresan 5 kondisinya sudah sangat aus, sehingga sulit untuk diketahui bentuknya.
- Goresan 6 posisinya terletak di bawah kelima goresan diatas. Dan memiliki ukuran panjang 90 cm dan lebar 45cm. Goresan 6 ini merupakan penggambaran figur wajah manusia dengan kedua mata bulat, hidung panjang, mulut terbuka dan rambut berupa garis-garis tegak.
3. Batu 3
Batu 3 terletak pada bagian paling selatan di areal bukit Padang. Di atas batu 3 terdapat 2 buah lubang terisi air dengan ukuran cukup besar sehingga tampak seperti 2 kolam berbentuk bulat. Lubang 1 mempunyai ukuran diameter 170 cm dan kedalaman sekitar 1 meter. Sedangkan lubang 2 berukuran diameter 225 cm dengan kedalaman sekitar 60 cm.